Menelusuri Sejarah Perjalanan Benteng Budaya

Mahaseni
MD Belliany Hutagalung 140x90 cm Acrylic on canvas

Berangkat dari sebuah inspirasi melihat kejaiban dunia, mahaseni mulai mengulik salah satu nya, kali ini karya yang akan di kupas adalah tembok cina.

Manusia mendirikan sebuah tembok yang begitu besar, bahkan menghabiskan banyak waktu, tenaga bahkan sumber daya untuk mewujudkan nya.

Apakah semua oleh karena tindakan saja, atau memang di buat memang karena untuk memamerkan ciri khas sebuah wilayah.

Mengorek rasa penasaran tersebut, mahaseni pun ikut merasakan ingin mengulik apa yang di bangun oleh peradaban masa itu.


Di atas kanvas berukuran 140 x 90 cm, mulai mendasar warna yang akan menjadi pondasi karya tersebut, dengan media cat acrylic berbagai merek, MD Belliany Hutagalung menggoreskan ide tersebut menjadi karya.

Asal muasal nya kami pun mulai mencari tahu dari berbagai sumber, ada yang memulai mengorek sejarah neh.

Dari sumber satu ada yang bercerita tentang ini adalah tembok yang di bangun untuk membatasi wilayah antara utara dan selatan, namun dari sumber lain nya ada yang mengatakan ini adalah bukti kekuasaan dari kaisar untuk dapat terus berada di atas tahta, namun dari pikiran liar kami, tembok cina mungkin adalah bentuk wujud dari sebuah budaya kemanusiaan.

Seperti layak nya manusia pada umum nya, manusia selalu ingin merasa di zona aman, bukan hanya itu kadang kita mencoba menciptakan sesuatu yang lebih nyaman untuk menjalani kehidupan layak.

Berbagai macam cara di ciptakan untuk itu semua, bahkan sebagian nya mahaseni menerobos sebuah pendapat bahwa yang di bangun pada saat itu bukanlah tembok melainkan benteng untuk berperang.

Dari sini mahaseni mulai meminta artis tunggal kami MD Belliany Hutagalung untuk menelusuri karya dari salah satu keajaiban dunia yang tersohor.

Mulai dari struktural pembatas yang cukup unik, susunan susunan batu terlihat tidak rapih dari dekat, tapi tetap memiliki keterikatan yang menyatu.

Berawal dari sini kita dapat melihat mengapa tembok tersebut akhirnya di bentuk tidak terbentang lurus seperti pagar rumah, jika bangunan ini di bangun hanya sebagai pembatas wilayah, maka akan di tentukan sesuai dengan kesepakatan atau oleh karena keinginan membatasi.

Dengan lekukan bahkan struktural bidang yang naik turun di perbukitan, tembok cina di bangun tidak lurus mengikuti zona atau pembangunan yang tertata sebagaimana presisi di garis saja, melainkan tembok tersebut mengikuti bentangan alam.

Mengikuti satu dan lain nya, menjadi sebuah jalan yang kuat dan dapat mempermudah mobilisasi kebutuhan, tentara bahkan persiapan dari setiap pos yang di bangun berjarak.

Kemampuan manusia mungkin ada batas nya, tapi apakah benar demikian jika dengan bentuk kerja sama, kerja bareng bahkan kerja semua, ternyata kemampuan manusia memang di luar batas.

Baru besar yang berbentuk kotakan tersebut satu demi satu tersusun, dari yang berukuran sedang dan besar tertata menjadi tembok, yang membuat kami bertanya ada apa di utara sana.

Benteng Berjarak dalam Lukisan

Stuktur dari bangunan yang menjadikan pandangan bahwa seharusnya tembok ini di bangun tuk mempermudah perjalanan, asumsi liat dari mahaseni semakin terbuka karena pada saat nya asal muasal perang adalah melindungi wilayah kekuasaan atau memperluas wilayah jajahan.

Utara merupakan wilayah dingin yang lebih terpengaruh dengan cuaca, sedangkan batasan ini memisahkan dua daratan antara tanah subur dan tanah campuran.

Jikalau tembok ini di bangun untuk melindungi, sangat lah kecil peluang membangun dalam semalam, melewati proses panjang dan penuh misi visi pembangunan ini memakan waktu, tenaga dan sumber daya yang cukup besar.

Pasti bukan hanya sekedar untuk menjadi batas wilayah, asumsi liat kurasi mahaseni menggambarkan ada nya tindakan militer yang terkait di dalam nya, dengan mempermudah mobilisaai, perlahan mengangkat rasa penasaran tersebut, terbentang dari sisi utara, mungkin tembok ini bisa jadi lebih panjang dari hanya sekedar pandangan mata.

Perubahan jaman sampai cuaca terus berpengaruh terhadap itu semua, apakah tembok tersebut di bangun untuk melindungi dari bencana alam besar seperti banjir, atau mencairnya es di kutub utara akan menenggelamkan daratan Asia, terlepas dari negara wilayah, struktural perbukitan juga memberikan keuntungan melihat kondisi kejauhan.

Seperti yang di prediksi jaman sekarang atau masa depan bahwa seluruh daratan akan punah seiring waktu seperti kata kiamat di atas bumi akan terjadi.

Sejarah yang sebenarnya tidak pernah terungkap membuat kami penasaran, akankah suatu hari bukti konkrit dari sekedar cerita rakyat tiongkok ini dapat menguak kenyataan sebenarnya.

22 hari berlalu karya tersebut di buat untuk dapat memberi sebuah inspirasi, bahwa untuk melindungi anak cucu di masa dahulu para leluhur telah mempersiapkan kehidupan di masa depan.

Mahaseni

Lukisan Benteng Budaya, 140×90 cm – 03/2024